Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on May 15, 2017 in Info Islami | 0 comments

IJTIHAD KOLEKTIF

IJTIHAD KOLEKTIF

Seiring dengan berkembangnya zaman maka banyak bermunculan masalah-masalah kontemporer (nazilah) dan meningkatnya kompleksitas masalah-masalah keumatan baik yang berkaitan dengan hukum fikih, politik atau yang lainnya. Diperlukan ijtihad kolektif (jama’i) (usaha bersama) para ulama’ Islam untuk memutuskan hukum atau menentukan sikap atas masalah-masalah yang ada.

Islam mengarahkan untuk mengedepankan musyawarah (syura) untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Allah berfirman,

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka” (QS Asy Syura: 38)

Ayat ini bersifat umum, baik dalam masalah duniawi maupun dalam masalah agama. Ijtihad kolektif atau musyawarah secara umum sangat penting untuk mencari solusi atau memutuskan hukum yang paling tepat dari permasalahan yang ada (baik masalah fikih atau yang lainnya). Selain itu, ijtihad kolektif juga akan lebih menjaga persatuan kaum muslimin dan menjauhkan dari perselisihan. Ijtihad kolektif lebih berbobot daripada ijtihad yang dilakukan secara individual (fardi).

 

Berikut ini diantara lembaga ijtihad kolekfif dalam Islam.

Skala internasional:

  1.  Al Majma’ Al Fiqhiy Al Islami (المجمع الفقهي الإسلامي). Dibawah Rabithah Al Alam Al Islamy, bertempat di Mekah. Didirikan tahun 1397 H/1977M.
  2. Majma’ Al Fiqhiy Al Islami Ad Dauliy (مجمع الفقه الاسلامي الدولي). Dibawah OKI (Organization of Islamic Cooperation) berpusat di Jeddah. Didirikan tahun 1401H/1981M.

Skala Nasional:

  1. Haiah Kibaril Ulama (هيئة كبار العلماء السعودية) di Kerajaan Arab Saudi. Dibentuk tahun 1391H/1971M atas keputusan raja Faisal bin Abdilaziz. Lembaga ini adalah wadah ulama’-ulama senior di Arab Saudi. Dibawah lembaga ini ada Lajnah Da’imah lil Ifta’ yang beranggotakan ulama-ulama yang dipilih dari Haiah Kibaril Ulama’ guna menjawab fatwa yang diajukan pada mereka.
  2. Majelis Ulama’ Indonesia (MUI). Didirikan tahun 1375H/1975M dan terdiri dari perwakilan dari berbagai ormas di Indonesia (NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Mathla’ul anwar, dll).
  3. Majelis Tarjih Muhammadiyah. Didirikan tahun 1927 di kongres Muhammadiyah ke-16. Dilihat dari tahun pendirian maka Majelis Tarjih Muhammadiyah adalah lembaga yang paling awal (pionir) dalam ijtihad kolektif.
  4. Lembaga Bahtsul Masa’il NU. Disahkan tahun 1990 oleh PBNU, meskipun secara tidak resmi telah berjalan jauh sebelumnya.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Disarikan dari makalah dalam Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Se-Arab Saudi di Riyadh (30/3/2017).

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 19/8/1438H.


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB, IG: ukhuwahislamiahcom | TG: telegram.me/ukhuwahislamiahcom |