Hikmah Allah menyelamatkan Jasad Fir’aun

0
2102

Di dalam Al Qur’an Allah banyak menyebutkan kisah para Nabi dan umat mereka. Hal ini tidak lain sebagai pelajaran bagi umat yang datang setelah mereka. Diantara kisah yang paling sering diulang adalah kisah Nabi Musa dan Fir’aun. Diantara penggalan kisahnya yang menarik adalah saat Fir’aun dan bala tertaranya berusaha mengejar Nabi Musa dan Bani Israil. Sampai di tepi laut Merah, Allah mewahyukan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan. Laut pun terbelah sehingga menjadi jalan bagi Bani Israil untuk lari. Fir’aun dan bala tentaranya terus mengejar, ikut memasuki jalan di tengah lautan tersebut.

Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil sampai ke daratan di seberang. Sedang Fir’aun dan bala tentaranya Allah tenggelamkan di tengah laut.  Allah menakdirkan untuk menyelamatkan jasad Fir’aun. Allah berfirman dalam Surat Yunus,

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92)

Allah menyelamatkan Jasad Fir’aun agar menjadi pelajaran bagi yang datang setelahnya. Allah menunjukkan bagaimana akhir dari kehidupan seseorang yang bermaksiat dan kufur kepadaNya. Akhir dari kehidupan seorang yang Allah telah beri kekuasaan yang begitu besar tetapi tidak bersyukur malah kufur kepadaNya. Kekuasaan yang ia miliki telah menjadikan dia sombong dan lupa diri. Bahkan kesombongannya melampaui batas sampai mengatakan dirinya sebagai Tuhan!!! Dia memaksa manusia untuk menyembah dirinya. Dia banyak melakukan pembunuhan dan kerusakan di muka bumi. Banyaknya peringatan dan mukjizat yang Nabi Musa bawa tidak menyadarkan dirinya dari kesombongan dan kelalaian.

Semoga bisa menjadi bahan renungan kita bersama.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 7/11/1434.

www.ukhuwahislamiah.com