Faedah Khutbah: Menunaikan Kewajiban Suami Istri

0
2190

Allah menciptakan manusia hidup berpasangan suami dan istri agar terjalin rasa kasih sayang diantara keduanya. Allah berfirman,

 

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Tujuan ini, yaitu terciptanya keluarga yang sakinah, tidak akan tercapai kecuali jika masing-masing suami dan istri menunaikan kewajibannya. Sang istri menunaikan hak suami atas dirinya. Begitu juga sebaliknya, suami memenuhi hak istrinya. Diantara kewajiban istri pada suaminya adalah dengan mentaatinya dalam hal yang baik, mendidik anak keturunan, menjaga harta suami dan tidak membelanjakannya kecuali seizinnya. Sedang diantara kewajiban suami pada istrinya yaitu menunaikan maharnya, memberi nafkah (makanan, pakaian, tempat tinggal), mempergaulinya secara ma’ruf, membina/mendidiknya serta anak-anak.

Selain masing-masing pihak berusaha menunaikan kewajibannya, keduanya juga harus saling memaafkan kesalahan. Namanya manusia pasti memiliki kesahalan. Selain itu, hal penting yang harus diperhatikan dan difahami adalah bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Suami dan istri harus menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.  Allah berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An Nisa’: 19)

Faedah khutbah Jum’at syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh di masjid Jami’ Imam Turki bin Abdillah, 10/11/1435H. Ditulis oleh Abu Zakariya Sutrisno.

Artikel:  www.ukhuwahislamiah.com