Empat Racun Hati

0
572

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Allah berfirman,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS Asy Syu’ara’: 88-89)

Hati yang bersih adalah hati dipenuhi dengan keimanan dan selamat dari kotoran-kotoran baik yang berupa syubhat (kerancuan pemikiran) maupun syahwat. Hati yang penuh dengan kotoran akan menjadi redup bahkan bisa mati. Untuk itu mari kita berusaha untuk senantiasa membersihkan hati kita. Diantaranya yaitu dengan menjauhi empat macam racun hati. Empat racun ini adalah yang paling banyak tersebar dan paling berbahaya bagi hati. Keempat racun tersebut adalah:

– Berlebihan dalam bicara

– Berlebihan dalam makan

– Berlebihan dalam bergaul

– Berlebihan dalam memandang

 

 

Pertama, berlebihan dalam bicara

Berlebihan dalam bicara dapat menyebabkan kelalaian dan membuat hati semakin keras. Dalam banyak hadits Rasulullah mengandengkan antara keimanan dan menjaga lisan. Diantaranya beliau bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam..” [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

Dalam beberapa hadits Rasulullah juga memperingatkan bahwa seseorang dapat terjerumus kedalam api neraka karena lisannya. Beliau bersabda, “Sesungguhnya ada seseorang yang mengucapkan sebuah kalimat yang mana ia anggap biasa tetapi karenanya ia terjun selama 70 tahun ke dalam neraka” [HR Tirmidzin dan dia berkata shahih gharib]. Beliau juga bersabda, “Yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam neraka adalah dua lubang: mulut dan kemaluan”

Petaka lisan yang paling ringan adalah bicara pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal Rasulullah bersabda,

من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه

Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]

Jika bicara yang tidak bermanfaat merupakan hal yang buruk lalu bagaimana dengan ucapan-ucapan yang kotor, dusta, ghibah, namimah dan yang semisalnya.

 

Kedua, berlebihan dalam makan

Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada bejana yang diisi anak adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka hendaknya sepertiga dari perutnya diisi dengan makanannya, sepertiga dengan minumannya dan sepertiga untuk bernafas. “ [HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah. Tirmidzi berkata: hasan shahih]

Sedikit makan akan membuat kita semakin mampu untuk melawan syahwat. Untuk itu rasulullah menganjurkan pemuda-pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa. Beliau bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

‎”Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya ‎‎bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga ‎‎kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah ‎‎pemutus syahwatnya.‎” [HR Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400‎]‎

 

Ketiga, berlebihan dalam bergaul

Allah berfirman,

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az Zukhruf: 67)

 

Tidak diragukan bahwa teman dekat akan memberikan pengaruh pada diri seseorang. Untuk itu hendaknya kita selektif dalam berteman dan bergaul. Rasulullah besabda, “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaknya salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa berteman” [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Berteman dengan orang-orang baik akan mendekatkan diri kita kepada kebaikan dan berteman dengan teman yang buruk akan mendekatkan kita pada keburukan. Betapa banyak orang mendapatkan hidayah karena teman dekatnya. Dan sebaliknya. betapa banyak pula orang yang terjerumus dalam kemaksiatan atau dosa karena pengaruh teman dekatnya.

Keempat, berlebihan dalam memandang

Menjaga pandangan adalah satu kunci untuk menjaga kesucian hati. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan menyebabkan hati menjadi kotor. Allah berfirman,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat“. (QS An Nuur: 30)

Rasulullah bersabda, “Pandangan adalah panah beracun diantara panah-panah iblis” [HR Thabrani dan Hakim]. Beliau juga bersabda, “Janganlah engkau ikuti pandangan yang pertama itu dengan pandangan yang berikutnya. Bagimu pandangan yang pertama, dan tidak untuk yang berikutnya” [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Sekian, semoga bermanfaat

Abu Zakariya Sutrisno. Sukoharjo, 11 Ramadhan 1435H.

Artikel: www.ukhuwahislamiah.com

Maraji’: Tazkiyah An-Nafs, Syaikh Ahmad Farid. (bahasa Indonesia, penterjemahL Imtihan Asy-Syafi’i, Pustaka Arafah)