Bersikap Adil

0
451

Adil adalah meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya. Lawan dari adil adalah dzalim, yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.  Allah memerintahkan setiap muslim untuk selalu bersikap adil. Allah berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, dan memberi kepada kaum kerabat.” (QS. An Nahl: 90)

Setiap muslim hendaknya selalu bersikap adil terhadap siapapun, bahkan terhadap non-muslim sekalipun (Lihat QS. Mumtahanah: 60). Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil. Allah berfirman,

وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurat: 9)

Pemimpin yang adil akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat nanti. Sebagaimana dalam hadits yang masyhur Rasulullah bersabda, “Tujuh golongan yang Allah akan naungi dengan naunganNya di hari tidak ada naungan kecuali naunganNya, yaitu: imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berkumpul dan berpisah karena Allah, sorang laki-laki yang dirayu perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan tetapi dia mengatakan: saya takut pada Allah, seorang yang bersedekah sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kananya, dan seorang yang berdzikir kepada Allah seorang diri dan air matanya bercucuran” (HR. Bukhari). Pemimpin disini maknanya luas, bisa pemimpin Negara, pemimpin wilayah, pemimpin organisasi tertentu, bahkan juga termasuk pemimpin dalam keluarga dan yang lainnya.

Adil itu cangkupannya luas baik dalam hukum (memutuskan sesuatu), perkataan, perbuatan, dan yang lainnya. Bentuk-bentuk keadilan banyak sekali, diantara yang paling utama adalah:

  1. Adil terhadap hak Allah yaitu beribadah hanya kepadaNya semata. Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta maka hanya Dia yang berhak diibadahi. Kesyirikan disebut kedzaliman yang sangat besar karena meletakkan ibadah tidak pada tempatnya. Allah berfirman yang artinya, “Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar!” (QS. Luqman: 13)
  2. Adil dalam hukum yaitu dengan memberikan setiap orang yang berhak haknya dan memberikan seseorang apa yang selayaknya didapatkan.
  3. Adil terhadap istri dan anak-anak yaitu dengan tidak melebihkan satu dengan yang lainnya.
  4. Adil dalam perkataan yaitu dengan tidak bersaksi palsu dan tidak berkata berdusta atau bathil.
  5. Adil dalam keyakinan yaitu meyakini sesuatu sesuai dengan hakikat sebenarnya. Tidak menyakini kecuali suatu kebenaran atau sesuatu yang jujur. Tidak memuji sesuatu kecuali sesuai dengan hakikat sebenarnya.

Selain bersikap adil seorang muslim juga harus bersikap i’tidal atau pertengahan. Seorang muslim harus bersikap pertengahan dalam segala sesuatu, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh meremehkan. Pertengahan dalam perkataan, perbuatan, sikap dan lainnya. Dalam ibadah misalnya, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh melalaikan. Beribadah sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan yang dituntunkan syariat. Contoh lain misalnya pertengahan dalam berinfak atau dalam menafkahkan sesuatu, tidak boleh boros dan tidak boleh kikir. Allah berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan: 67)

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang selalu bersikap adil dan i’tidal (pertengahan) dalam segala hal. Amien.

 

 

Tulisan ini banyak mengambil faedah dari kitab Minhajul Muslim karya syaikh Abu Bakar Jazairiy rahimahullah.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 27/12/1437H


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |