BAHAYA HASAD

0
111

Sifat hasad atau dengki sangat berbahaya dalam kehidupan manusia karena dapat mengarahkan kepada banyak kejelekan yang lainnya. Hasad lah yang menyebabkan Iblis dikeluarkan dari surga. Hasad juga yang menyebabkan salah satu anak Adam membunuh saudaranya. Hasad sangat diharamkan karena pada hakekatnya hasad adalah bentuk tidak ridha dengan keutamaan yang Allah bagikan atas makhluqNya. Allah berfirman,

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ

Ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?” (QS. An Nisa’: 54)

Allah juga memerintahkan untuk berlindung dari kejelekan orang-orang yang hasad. Hal ini menunjukkan bahayanya sifat hasad. Allah berfirman,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq: 5)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melarang dan memperingatkan dari sifat hasad. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan saling membenci, jangan saling dengki, jangan saling berpaling, jangan saling memutuskan, dan jadilah hamba Allah yang bersaudara” (HR Muslim). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Hati-hati kalian dari sikap dengki karena sesungguhnya kedengkian akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. Abu Dawud).

Hasad secara sederhana adalah berangan-angan mendapat nikmat yang dimiliki orang lain dengan diiringi keinginan hilangnya nikmat tersebut dari pemiliknya. Hasad berbeda dengan ghibthah, yaitu menginginkan nikmat yang dimiliki orang lain tetapi tidak diiringi harapan nikmat tersebut hilang dari pemiliknya. Ghibthah tidak terlarang. Rasulullah bersabda, “Tidak ada hasad (yang dibenarkan) kecuali pada dua orang: seorang yang Allah beri harta kemudian dia habiskan diatas kebenaran dan seorang yang Allah beri hikmah (ilmu) kemudian dia memutuskan sesuatu dengannya dan mengajarkannya (pada yang lainnya)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap hasad dan menanamkan pada hati kita cinta kebaikan pada diri sendiri maupun orang lain. Amien.

Disarikan dari kitab Minhajul Muslim.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 6/1/438H.


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |

 

SHARE
Previous articleKezaliman
Next articleJANGAN KHIANAT ATAU MENIPU!
Beliau saat ini adalah kandidat Doktor sekaligus peneliti di King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Beliau juga belajar kepada beberapa ulama’ diantaranya Syaikh Dr. Saleh Fauzan dan Dr Sa’ad Syistry. Selain itu beliau juga merintis Pesantren Masyarakat Hubbul Khoir di Sukoharjo (Solo) Jawa Tengah.