Apakah Jin Mengetahu Perkara yang Ghaib?

0
513

Sebagai seorang yang mukmin kita yakin bahwa yang mengetahui perkara yang ghaib adalah Allah semata. Allah berfirman,

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (Aj Jin: 26-27)

 

Dengan demikian tidak ada satu makhluq pun yang mengetahui hal yang ghaib kecuali sebagian Rasul yang telah diberi wahyu Allah tentang beberapa perkara ghaib. Tidak terkecuali jin, mereka juga tidak mengetahui hal yang ghaib. Mari kita simak sedikit cuplikaan surat As Saba’ berikut yang menceritakan kisah kematian Nabi Sulaiman. Allah berfirman,

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS As Saba’: 14)

Berkata Syaikh Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya,

“Syaithan (dan jin) senantiasa bekerja untuk Sulaiman ‘alaihissalam untuk membangun bangunan. Mereka (jin dan syaithan) telah mengelabui manusia dan mengatakan bahwa mereka mengetahui perkara yang ghaib dan mengetahui kejadian-kejadian yang terjadi. Maka Allah pun ingin menunjukkan pada hambanya kedustaan mereka atas pernyataan tersebut. (Pada saat) Mereka tetap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan pada mereka, Allah mewafatkan Sulaiman ‘alaihissalam (dengan posisi) ia bersandar dengan tongkatnya. Sehingga kalau mereka (jin dan syaithan) lewat dekat jasad Sulaiman yang bersandar pada tongkat mereka menyangka beliau masih hidup dan segan padanya.

Dikatakan mereka (jin dan syaithan) tetap pada pekerjaan mereka selama setahun penuh. Sampai suatu saat rayap memakan tongkat Sulaiman sampai rapuh dan tongkat tersebut roboh. Maka jasad Sulaiman pun terjatuh dan berpencarlah para syaithan (dan jin). Maka jelaslah bagi manusia bahwa seandainya mereka (syaithan dan jin) mengetahui hal yang ghaib tentu tidak akan tetap dalam siksaan yang menghinakan yaitu pekerjaan berat yang dibebankan atas mereka. Andaikata mereka mengetahui yang ghaib tentu mereka mengetahui kematian Sulaiman yang mana mereka paling bersemangat (untuk mengetahuinya) agar terbebas dari beban mereka” [Lihat Taisir Al Karim Al Rahman fin Tafsir Kalamim Mannan QS As Saba’ ayat 14]

Semoga bermanfaat.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 4/4/2013.

www.ukhuwahislamiah.com