Ancaman Bagi Orang yang Berbuat Dzolim

0
137

Kedzoliman adalah diantara keburukan dan dosa yang merebak saat ini. Baik secara sengaja atau tidak sengaja seseorang dengan mudah melakukan perbuatan yang dapat mendzolimi atau minimal menyakiti orang lain. Penguasa dzolim pada rakyatnya, atasan pada bawahannya, kepala keluarga dzolim pada keluarganya, tetangga dzolim kepada tetangga lainnya dan seterusnya. Padahal acaman bagi orang yang dzolim sangat berat, baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat. Diantaranya adalah sabda Rasulullah shollallahu alaihi wasallam,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا , مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ , وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yang patut dipercepat siksanya di dunia oleh Allah kepada pelakunya, selain itu ia kelak mendapatkan siksaan di akhirat, daripada dosa kezaliman dan memutus tali kekerabatan.” (HR Tirmidzy, dishahihkan Albani)

Begitu juga sabda beliau,

الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Kezhaliman adalah kegelapan di hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah mensifati orang-orang yang dzolim sebagai orang yang bangkrut di hari kiamat kelak. Rasulullah bertanya kepada para sahabat, Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, orang yang bangkrut di sisi kami adalah orang yang tidak punya dinar dan harta. Rasulullah berkata, orang yang bangkrut di hari kiamat adalah orang yang datang di hari kiamat dengan pahala sholat, puasa, zakat. Tetapi ia suka mencela si ini, menuduh si itu, memakan harta si ini, mengalirkan darah, dan memukul orang lain. Maka diambil dari kebaikanya untuk si ini dan si itu (yang di sakiti), dan jika kebaikannya habis sebelum tanggungan yang ia miliki maka kejelekan mereka-mereka (yang di sakiti) ditimpakan atas dia, lalu di lempar ke api neraka.” (HR Muslim)

Hedaknya kita berhati-hati jangan sampai mendzolimi orang lain. Jika telah terlanjur melakukan kedzoliman atau perbuatan yang menyakiti orang lain maka hendaknya segera bertaubat dan minta maaf pada yang bersangkutan. Semoga Allah menjauhkan diri kita dan kaum muslimin semuanya dari perbuatan dzolim. Amien.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 29/12/1437H.

Artikel: ukhuwahislamiah.com