Agama ini Tegak dengan Hujah dan Pedang

0
243

Allah telah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab untuk menegakkan hujah bahwa agama hanya milik Allah semata. Dia semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya.  Allah juga mensyariatkan jihad untuk membantu menegakkan agama Allah.  Allah berfirman,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS Al Hadid: 25)

 

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata setelah mengutip ayat diatas,

فمن عدل عن الكتاب قوم بالحديد، ولهذا كان قوام الدين بالمصحف والسيف

Barangsiapa berpaling dari Al Qur’an maka ditegakkan dengan besi (pedang). Karena itu, tegaknya agama ini adalah dengan mushaf (Al Qur’an) dan pedang. ” [Majmu’ Fatawa  28/263]

Ibnu Qoyim rahimahullah berkata,

فإن الله سبحانه أقام دين الإسلام بالحجة والبرهان ، والسيف والسنان ، كلاهما في نصره أخوان شقيقان

Sesungguhnya Allah subhaanahu menegakkan agama Islam dengan hujjah dan bukti-bukti, serta pedang dan tombak. Keduanya dalam menolong agama adalah (seperti) dua saudara kandung (yang tidak terpisahkan).” [Al Furusiyyah hal 18]

Kalau kita lihat sirah Nabawiyah, Rasulullah berdakwah sekian tahun di Makkah dengan menghadapi berbagai macam kesulitan dan tekanan. Kemudian Allah memerintahkan beliau untuk berhijrah ke Madinah.   Allah pun menurunkan pertolongannya dengan kaum Muhajirin dan Anshor dan disyariatkannya jihad dengan pedang. Agama Islam pun menjadi tegak dan tersebar di jazirah Arab dan penjuru dunia.

Kita juga bisa melihat sejarah bagaimana berkembangnya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdilwahhab rahimahullah (wafat 1206H) dengan bantuan pangeran Muhammad bin Su’ud rahimahullah, seorang penguasa Dir’iyyah (Daerah di Najd, atau Riyadh sekarang ini). Yang awalnya Najd dan sekitarnya dipenuhi dengan bid’ah dan kesyirikan akhirnya menjadi negeri tauhid dimana agama Allah ditegakkan. Dakwah tauhid pun menyebar ke jazirah Arab. Kerajaan Saudi Arabia yang masih berdiri sampai sekarang ini adalah kelanjutan dari dakwah yang penuh berkah tersebut. Ulama’ dan umaro’ bahu membahu menegakkan agama Allah.

Sebelumnya, kita juga bisa lihat sejarah dimana Syaikh Abdullah bin Yasin (seorang ulama Malikiyah) mengembangkan dakwah didukung Yahya bin Ibrahim, pemimpin Gudala. Hasilnya, berdirinya Dinasti Islam yang membentang dari daerah Magrib (sisi barat Afrika) sampai Andalus di Eropa. Dinasti ini bertahan sampai kurang lebih seabad (1040-1142 masehi).

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 27/7/1436H.

*) Tulisan ini terinspirasi dari hasil diskusi dan kajian dalam sebuah pertemuan rutin beberapa penuntut ilmu dan asatidzah beberapa waktu lalu di kota Riyadh.

Dipublish ulang dari www.assunnahriyadh.wordpress.com