Adab Tidur

0
880
  1. Hendaknya tidak mengakhirkan tidur sampai larut malam kecuali ada keperluan seperti belajar atau berbicara dengan tamu. Dan sebaliknya hendaknya tidak tidur sebelum sholat isyak. Abu Barzah radhiyallahu anhu mengatakan, “Nabi alaihissholatu wasallam membenci tidur sebelum sholat isyak dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647)
  2. Berwudhu sebelum tidur.
  3. Berbaring ke sisi tubuh bagian kanan di awal tidur dan tidak mengapa beralih ke sisi yang lainnya setelahnya. Rasulullah bersabda kepada sahabat Bara’ bin Azib radhiyallahu anhu, “Jika engkau mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk sholat kemudian berbaringlah ke sisi kanan.” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim 2710 )
  4. Tidak tidur dalam dengan posisi tengkurap. Rasulullah bersabda tentangnya, “Sesungguhnya itu cara berbaring ahli neraka” (HR. Ibnu Majah no. 3724). Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya itu cara berbaring yang dibenci Allah azza wajalla”. (HR. Tirmidzi no. 2768 dan Albani mengatakan hasan shahih)
  5. Membaca dzikir dan do’a, diantaranya yang diriwayatkan dari Rasulullah adalah:
  • Membaca tahmid (alhamdulillah) 33x, tasbih (subhanallah) 33x dan takbir (allahu akbar) 34x. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan ini pada putrinya, Fathimah radhiyallahu anha. (HR. Bukhari 4/102)
  • Membaca ayat kursi (HR. Bukhari no. 2311) dan dua ayat terakhir surat Al Baqarah, yakni ayat 285-286 (HR. Bukhari no. 5051 dan Muslim no. 807).
  • Mengumpulkan dua tapak tangan, lalu ditiup dan dibacakan surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An Nas. Kemudian mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan tiga kali (HR. Bukhari no. 4439 dan Muslim no. 2192).
  • Membaca do’a

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711)

  1. Jika terbangun dimalam hari hendaknya membaca dzikir dan beristighfar. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bangun dimalam hari kemudian membaca: la ilaha illallah, wahdahu laa syarikalah. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illah billah, kemudian dia mengatakan, ya Allah ampuni aku atau berdoa maka dikabulkan. Jika berwudhu dan sholat maka diterima sholatnya” (HR. Bukhari no. 1154)
  2. Membaca dzikir setelah bangun dari tidur. Diantaranya:
  • Membaca do’a:

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah mematikan (menidurkan) kami dan kepadaNya (kita akan) dikumpulkan.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711).

  • Membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran, yaitu ayat 190-200. (HR. Muslim no. 256)

Disarikan dari kitab Minhajul Muslim karya syaikh Abu Bakar Jazairiy rahimahullah dengan ditambah dari beberapa referensi lain.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 21/12/1437H


| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |