Adab Dalam Berdo’a

0
1121
  1. Mengikhlaskan do’a hanya untuk Allah semata.
  2. Menghadirkan hati saat berdo’a.

Berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.” (HR Tirmidzy,   dihasankan syaikh Albani)

  1. Berhusnudzon kepada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ

Berdo’alah kepada Allah sedang kamu yakin dikabulkan.” (HR Tirmidzy,   dihasankan syaikh Albani)

  1. Meminta kepada Allah dengan menyebut nama-nama (asma’ul husna) dan sifat-sifatNya.

Allah ta’ala berfirman,

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”   (QS Al A’raf: 180)

  1. Memuji Allah dan bersholawat atas Rasul di awal dan akhir do’a.
  2. Meminta Allah dengan penuh kesungguhan.

Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian meminta kepada Allah hendaknya sungguh-sungguh, jangan berkata “Jika Engkau mau maka berilah aku”, karena sesungguhnya Allah tiada sesuatupun yang memaksa-Nya

  1. Mengakui dosa-dosa dan kesalahan.

Sebagaimana dalam hadits sayyidul istighfar ‎ (Lihat HR Bukhari no 6306)

  1. Berdo’a baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
  2. Hendaknya makanan, minuman dan pakaiannya senantiasa dari yang halal.
  3. Berwudhu’ dan menghadap kiblat.
  4. Mengangkat kedua tangan.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam,

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah, Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya kepadaNya kemudian mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong.” (HR Abu Dawud 1488, dishahihkan Albani)

  1. Merendahkan suara.

Allah ta’ala berfirman,

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS A’raf: 55)

  1. Mengulangi do’a tiga kali dan terus menerus (jangan mudah putus asa).
  2. Tidak berdo’a untuk dosa atau memutus silaturahmi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, “Senantiasa do’a seorang hamba itu dikabulkan selama tidak untuk dosa atau memutus silaturahmi.

 

(Jawami’ud Du’a minal Kitabi was Sunnah, Karya Syaikh Mashur Ar Rasyid)

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 23/3/1437H.

| Web:Ukhuwahislamiah.com | FB:Ukhuwah Islamiah | Twitter:@ukhuwah_islamia |